Tadi malam aku terbangun pagi-pagi buta, tepat pukul 02.30
pagi. And setelah bangun aku sama sekali ga bisa tidur lagi. Padahal di luar
lagi hujan deras dan angin pun berhembus begitu kencang. Mana ada suara bedug
sama sirene ga jelas gitu lagi. Pokoknya serem banget. Setelah berpikir keras
dan memeras otak dalam rangka mencari cara gimana caranya supaya aku bisa tidur
lagi, aku pun mulai memutuskan untuk menghitung domba putih lucu ala Shaun The
Sheep. Satu domba lompat ke kanan, dua domba lompat ke kanan, tiga domba lompat
ke kiri, empat domba lompat ke kanan, dan seterusnya, dan seterusnya. Setelah
mencapai angka dua ratus aku mulai bingung. Kok dombanya ada yang lompat ke
kanan ada yang lompat ke kiri sih? Trus kenapa dombanya lompat-lompat? Lagi main
karet, olahraga, ato sekedar hobi aja? Trus domba yang aku hitung ini
sebenarnya domba jantan ato betina? Ato domba banci kali? Berarti kalo banci,
dombanya ga bilang “mbeek” dong, pasti dia bilang “neek” gitu, khan itu logat
khas banci. Trus domba-domba ini masih single ato jomblo? Btw apa sih bedanya
single sama jomblo?
Setelah melalui proses berpikir yang dahsyat dan melelahkan,
akhirnya aku memutuskan bahwa
domba-domba itu lompat ke kanan aja biar lebih praktis. Domba-domba
tersebut merupakan domba jantan. Kenapa jantan? Soalnya kalo jantan pasti lebih
kuat dari pada betina. Kasihan dong kalo yang betina disuruh lompat-lompat
lagi, padahal dia harus mengurus anak, membersihkan rumah, memasak,dll. Lho?
Domba apa ibu rumah tangga ya? Whateverlah. Trus domba jantan yang
melompat-lompat ke kanan ini lompat-lompat karena ini merupakan kewajiban dalam
rangka membantu umat manusia agar cepat tidur. Trus domba-domba ini semuanya
jomblo karena menurut pengamatanku semua domba ini bentuk dan ukurannya sama.
Lagian aku ga tau gimana caranya ngebedain domba jantan sama domba betina, masa
harus diintip dulu tititnya supaya tau jenis kelaminnya? Khan ga etis banget
tuh, sungguh tidak berperikedombaan. Jangan-jangan habis ngitung domba aku
malah dituntut domba ke pengadilan dengan tuduhan pelecehan seksual. Ga keren
banget khan?
Setelah mematenkan buah pemikiranku itu aku pun ngelanjutin
ngitung domba lagi supaya cepat tidur. 201, 202 ,203, eh, kok makin lama kuping
si domba makin panjang sih? Operasi plastik ya? Trus bulunya juga kok jadi
lurus? Masa domba juga ngikutin arus jaman dan mulai merebonding dan
ngesmoothing bulunya supaya lurus? Sebenarnya yang kuhitung domba ato kelinci
sih? Jangan-jangan domba jadi-jadian? Aku mengerahkan tenaga dalamku dan lebih
konsentrasi agar kelinci jadi-jadian yang udah kuhitung kembali jadi domba.
204,205,206,207,208,209,210. Kriiiiiiinnnngggg wekerku bunyi. Tepat menunjukkan
pukul 06.00 . segera kubunuh si weker. Udah tau orang belum tidur masih juga
dibangunin.
Mulai sekarang aku berjanji, kalo misalnya suatu saat aku
susah tidur lagi aku ga boleh ngitung domba lagi. Repot dan bikin stress.
Bukannya cepat tidur, malah kurang tidur. Dasar domba sialan. Lain kali kalo
susah tidur lebih baik aku langsung buka buku kumpulan soal aja. Terutama soal
matematika. Pasti aku lebih cepat ngantuk dan tertidur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar