Kabut tebal di Berastagi. Iya , aku sekarang lagi di berastagi. dengan tubuh menggigil karena dingin yang ga tanggung.dingin jiwa raga. jadi selain tubuhku, hatiku juga kedinginan. butuh bara api untuk menghangatkan. dingin ini mengingatkanku betapa aku sudah sering kali merasakan nyeri yang membekukan hati. iya. aku galau. dan memang udah seharusnya gitu.
bukan hanya sekali dua kali merasakan kegagalan. dan kegagalan yg paling parah membuatku sedikit tak sanggup untuk menatap tipe cowo putih tinggi berkacamata seperti salah satu personil Yovie & Nuno. bukan, bukan karena aku tipe baper yang susah move on. tapi karena dialah yang paling menyisakan luka di hatiku yang kecil ini.
aku emang ga sebaik cewe-cewe lain yang mungkin cukup setia pada pasangannya. tapi aku juga bukan benar-benar jahat. dan meskipun terkadang aku jahat, bukan karena aku tidak takut pada karma. tetapi karena karmalah yang telah terlebih dulu menghampiriku sebelum aku mulai berubah menjadi jahat.
tapi dia,
dia berbuat seolah-olah aku si jahat yang pantas untuk dijahati hanya karena dia seorang "tergoda".
it just hard to say.
dia punya pacar dan dia menyukaiku.
aku tidak punya pacar tapi ada beberapa yang mendekatiku.
kami saling suka tanpa prinsip.
pacarnya terkenal sebagai gadis nakal.
sementara aku si supel yang sedikit tomboy.
aku pernah sakit hati karena cowo dan punya prinsip "lebih baik jadi yang kedua tapi diutamakan, daripada jadi yang pertama tapi diduakan."
dan dia,
dia benar-benar menjadikanku yang kedua.
tanpa ikatan apa-apa,
tanpa janji apa-apa.
dan meninggalkanku tanpa apa pun.
tidak kecupan singkat di kening,
atau bahkan sepatah kata.
aku menangis di sudut kamar dalam haru biru.
tenggelam.
aku yang tidak pernah menangis karena cowo, dibuatnya menangis.
dan dia tertawa.
aku tidak menyesal pernah dekat dengannya,
tapi aku tak sanggup menahan rasa sakit yang ditinggalkannya.
aku bahkan tidak tau entah dia menyesal pernah sedekat itu denganku.
puas sudah aku menangis dibuatnya.
aku bahkan tak sanggup untuk menatap pria manapun dengan ciri seperti dia.
putih, tinggi, berkacamata, dan sedikit agak kurus.
pria manapun.
aku tenggelam dalam kepura-puraanku move on.
aku benar-benar si kucing galau.
kucing galau yang kedinginan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar