Pengikut

Kamis, 16 Oktober 2014

MIRIS



Aku membiarkanmu mendekatiku dan aku mengijinkan dia mengagumiku, namun aku merasa hampa.
Aku meninggalkanmu dan aku melepas dia, namun aku tak merasa apa-apa.
Aku mencoba memanggilmu dan mencoba membuat dia menoleh kembali padaku , namun hatiku tetap merasa kosong.
Kau kembali dan dia kembali tersenyum padaku, namun bibirku membeku tak bisa tersungging.
Aku menyakitimu dan melukai dia, namun tak ada kepuasan.
Kau pergi dan dia berlalu, namun semua terasa hambar.
Kosong.
Hampa.
Hambar.
Kenapa?
Seolah-olah aku menunggu, namun aku tak tahu siapa.
Serasa aku menanti, namun aku tak yakin mengapa.
Aku tak tahu.
Tak mengerti.
Dingin.
Seandainya hatiku memang benar-benar ada, maka yang terasa hanyalah dingin. Sepi. Kosong.
Aku merindukan rengkuhan hangat yang merangkul bahuku. Sepi yang membunuhku. Sepi yang memaksa air mataku mengalir tanpa kutahu pasti apa sebabnya. Sepi yang mengiris setiap sendiku. Tawaku tak mau keluar meski kupaksa. Aku begitu merindukan matahariku yang hangat. Menyingkirkanku dari kegelapan yang sepi dan menyiksaku dalam kesakitan yang dingin.
Sepi.
Aku kesepian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar