Aku membiarkanmu mendekatiku dan
aku mengijinkan dia mengagumiku, namun aku merasa hampa.
Aku meninggalkanmu dan aku
melepas dia, namun aku tak merasa apa-apa.
Aku mencoba memanggilmu dan
mencoba membuat dia menoleh kembali padaku , namun hatiku tetap merasa kosong.
Kau kembali dan dia kembali
tersenyum padaku, namun bibirku membeku tak bisa tersungging.
Aku menyakitimu dan melukai dia,
namun tak ada kepuasan.
Kau pergi dan dia berlalu, namun
semua terasa hambar.
Kosong.
Hampa.
Hambar.
Kenapa?
Seolah-olah aku menunggu, namun
aku tak tahu siapa.
Serasa aku menanti, namun aku tak
yakin mengapa.
Aku tak tahu.
Tak mengerti.
Dingin.
Seandainya hatiku memang
benar-benar ada, maka yang terasa hanyalah dingin. Sepi. Kosong.
Aku merindukan rengkuhan hangat
yang merangkul bahuku. Sepi yang membunuhku. Sepi yang memaksa air mataku
mengalir tanpa kutahu pasti apa sebabnya. Sepi yang mengiris setiap sendiku. Tawaku
tak mau keluar meski kupaksa. Aku begitu merindukan matahariku yang hangat. Menyingkirkanku
dari kegelapan yang sepi dan menyiksaku dalam kesakitan yang dingin.
Sepi.
Aku kesepian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar